Jatuh cinta. j-a-t-u-h cinta.
fall in love. f-a-l-l in love.
ini definisi jatuh cinta yang saya dapat dari mesin pencari : sebuah perasaan dalam hati yang tidak dapat dilukiskan tentang seseorang dengan harapan dapat memiliki, ingin membahagiakan, dan tidak ingin terpisah.
jatuh cinta selalu digambarkan sebagai perasaan yang indah, yang membahagikan, yang bikin seneng. tapi kenapa yaa harus pake kata jatuh. fall. when you fall its mean you are down. and when you are down its mean you are not in a good condition, right?. apa itu membenarkan satu fenomena bahwa setiap kali orang jatuh cinta maka dia juga harus siap untuk sakit hati. lalu bagaimana dengan hakekat cinta yang seharusnya menghadirkan rasa bahagia. okay mungkin terlalu sempit untuk menilai cinta hanya dengan tolak ukur seperti itu, karna dimana-dimana kalo kita bicara soal cinta pasti ngak akan ada habisnya. tapiii akhir-akhir ini saya lagi kurang kerjaan aja mencoba menguraikan makna jatuh cinta itu secara harfiahnya. dan yahh secara pengalaman memang saya selalu (bisa dibilang) gagal dalam urusan percintaan. saya selalu iri dengan teman-teman yang pacarannya bisa langgeng sampe tahun-tahunan, sedangkan saya tidak pernah berhasil melewati masa 3 bulan pertama. seperti kata “jatuh cinta”, saya betul-betul “jatuh” setiap kali bercinta. yang akhirnya bikin saya selalu merasa capek sekali setelah putus cinta. gimana ngak capek? rasanya semua energi sudah saya kerahkan tapi akhirnya malah kandas ditengah jalan lagi. buntutnya saya jadi malas buat pacaran lagi, butuh waktu paling cepat setahun buat bisa pulih lagi, bukan berarti selama setahun sakit hati terus loh, tapi malas aja buat punya hubungan serius lagi. nahh pada akhirnya saya benar-benar jatuh kan?. tapi dari semua itu saya bisa punya banyak pelajaran, saya bisa lebih dewasa. mungkin saya tidak seberuntung teman-teman saya yang bisa punya hubungan yang “lancar-lancar” saja, karna hubungan saya selalu “berat” bawaannya. tapi beruntungnya saya juga, hubungan yang “berat” itu udah ngasih saya pengalaman yang mungkin sebagian besar teman-teman saya belum bisa dapat, tentang bagaimana jatuh-bangunnya saya, bagaimana terpuruknya saya. dan justru itu yang bikin saya bisa lebih dewasa, bisa lebih paham, bisa lebih tough. jadi pantas aja kalo dikatakan “jatuh cinta”. karna untuk bisa bangun dan bangkit lagi untuk mengerti cinta itu, kamu harus betul-betul jatuh dulu.
[saya baru sadar di postingan saya yang ini kok banyak banget tanda kutipnya yaa?]
No comments:
Post a Comment