Saturday, December 12, 2009

hujan...

saya suka sekali suasana hujan, bau tanah basah, udara dingin dan lembab, apalagi suara tetes-tetes hujan yang jatuh diatas atap itu adalah momen sakral saya. kebetulan rumah saya bagian ruang makannya agak-agak outdoor jadi saya biasanya menikmati suasana hujan dengan secangkir teh hangat atau teh tarik (that's my favorite tea). tapi sejujurnya saya takut mendengar suara gemuruh petir saat hujan, saya ngak tau kenapa selalu deg-degan kalo ada suara petir, tapi suara air hujan yang jatuh itu sangat menenangkan. ini sensasi yang betul-betul aneh buat saya, ketakutan akan suara petir itu seperti tertantang oleh damainya suara hujan, ada rasa takut tapi ingin menikmati rasa takut itu. mungkin kurang lebih sama seperti orang yang takut ketinggian tapi tertantang untuk mencoba paraseling demi menikmati sensasi pemandangan yang luar biasa dari atas sana. menjadikan rasa takut sebagai tantangan untuk menikmati keindahan. okey mungkin ini terlalu puitis, sok sok pujangga, tapi sensasi seperti itulah yang saya rasa. hujan merefleksikan rasa sedih yang kadang tidak bisa saya keluarkan. saat hujan saya tidak pernah merasa girang, saya malah merasa seperti ada kesedihan yang jatuh, tapi justru memandangi kesedihan itu yang menentramkan, membuat saya merasa lega seperti beban dalam hati yang tidak bisa saya keluarkan dengan curhat atau menangis bisa terwakilkan dengan hujan. dan saya tidak perlu lagi teman curhat, saya tidak perlu lagi menangis, cukup dengan memandangi tetes-tetes hujan, mendengar suara rintik-rintiknya sudah membuat saya merasa sangat lega. beruntungnya saya tinggal di walayah tropis, dimana hujan tidak turun sepanjang tahun (tidak seperti kisahnya bella swan yang tinggal di forks), hujan disini hanya beberapa bulan dalam setahun dan selalu datang menjelang akhir sampai awal tahun, inilah kenikmatannya setelah hampir setahun musim panas menunggu hujan, akhirnya ketika hujan itu turun juga rasa rindu bisa terpuaskan, rasa sesak bisa terlegakan, dan ketenangan itu akhirnya datang dari irama rintik-rintik hujan diatas atap. itu adalah momen sakral, surga dunia saya.

dance under the rain, satu resolusi yang belum bisa tercapai tahun ini..

No comments:

Post a Comment