Sunday, December 27, 2009

Question and answer

Question : jelaskan masing-masing 2 (dua) kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri anda!

Answer : kekurangan saya pastinya lebih dari 2, tapi karena yang diminta hanya 2 jadi saya memilih untuk menyebutkan: pertama, egois. Semua manusia egois, tapi saya sadar sekali kalau kadar egoisme saya melebihi kadar normal egoisme manusia pada umumnya. Kedua, konservatif. Saya orang yang lumayan kolot, dan karena saya adalah orang yang sangat berpegang teguh pada hal yang sudah saya yakini (atau bisa kalian sebut keras kepala. Okay, saya menambahkan 1 lagi kekurangan saya) sehingga hal itu terkadang membuat saya sulit untuk terbuka dan menerima hal-hal baru. Mungkin dari luar saya tampak modern, tapi seandainya saja kalian tau, saya sering mengalami pergolakan pikiran yang hebat hanya untuk mencerna hal-hal yang asing bagi saya. Dan saya merasa hal itu sangat sangat menghambat perkembangan.
Mengenai kelebihan saya, seperti pepatah yang bilang “sebuah foto tidak akan mungkin bisa menilai dirinya sendiri“, jadi saya rasa kalian jauh lebih tau kelebihan saya. Tapi satu hal (atau dua) yang saya tau persis dari diri saya yang saya anggap sebagai kelebihan saya, saya berani mengakui kekurangan saya, dan saya mau berusaha untuk memperbaikinya.
Terima kasih.

Saturday, December 26, 2009

evaluasi resolusi 2009

[from hard rock FM vote for life]

Take part in election


Choose the shoes (buy my own shoes with my own money)


Go for holidays


Plan the career


Carpe diem (seize the day)


Wash my car (go to autoclean carwash)


Make more money


Smell the coffee


Change my look


Dance under the rain


Eat chocolate (how can I don’t)


Kill my ego


Sleep with the enemy


Smile


Lose some weight


Learn a new foreign language


Bungee jump


Exercise (at home in front of the tv)


Join a book club


Help the homeless


Plant a tree


Say hi to neighbours


Go to concerts


Read morning paper


Have ice cream (always)


Take a  road trip


Attend cooking class (trying to cook my own food)


Have a movie marathon (with my mom and sister)


Call my fling


Find love (not yet in this year)


Buy original dvd


Create my own web


Say thanks


Complain less (complain more, hufft)


Swim at the ocean


Eat organic food


Be a part of social networking site


Make my life a mission


Be nice to others (and still trying)


Drive save


Have a good time with European twins


Get in touch with my hobbies


Make peace with god


Try to memorize name


Be creative


Play water polo


Laugh more


Dance barefoot (in my room)


Mend my broken heart


Knock neighbour’s door


Hug my mom


Wear a red lipstick


Scrub my toe (twice a week)


Forget my ex

Wednesday, December 23, 2009

mungkin perasaan itu sudah pergi...

bagaimana perasaan kamu saat duduk di satu ruangan yang sama dengan orang perah kamu suka?
saya baru saja merasakan hal itu. kemarin. saya lagi ngumpul sama teman-teman saya yang kebetulan adalah teman dari orang yang pernah saya suka itu. dan tiba-tiba si orang yang pernah saya suka itu (sebut saja dia si cowok) datang dengan teman-temannya yang yang lain. bisa dibayangkan betapa awkwardnya suasana, belum lagi ditambah semua orang yang ada disitu tau kalo dulu saya pernah tergila-gila setengah mati dengan si cowok ini, alhasil saya pasrah saja menjadi bulan-bulanan mereka yang menyinggung-nyinggung saya. beruntung hari itu saya tidak melakukan hal-hal memalukan lagi di depan si cowok (seperti yang dulu sering saya lakukan), salah tingkah memang, tapi setidaknya saya sudah bisa mengontrol perasaan saya (dan kelakuan saya). tapi ada satu hal yang aneh yang saya rasakan saat itu, saya deg-degan. saya memang pernah suka sama si cowok, bisa dibilang tergila-gila setengah mati, tapi saya sadar sekali kalo perasaan itu sudah lewat, karna saya sudah tidak pernah lagi memikirkan si cowok, tapi kok saya masih deg-degan yaa?. tapi setelah pulang ke rumah saya menyadari 1 hal, rasa deg-degan itu beda, bukan rasa deg-degan yang dulu pernah saya rasa, ini rasa yang lain. tidak ada emosi yang meluap-luap di deg-degan itu, bahkan waktu saya salaman dengan si cowok, tidak ada lagi yang istimewa disana, itu cuma deg-degan biasa, bukan juga deg-degan hebat seperti jantung mau copot, hampir tidak ada perubahan apa-apa dalam emosi saya, hanya jantung saya saja yang berdetak sedikit lebih cepat, SEDIKIT lebih cepat. mungkin perasaan itu sudah betul-betul pergi, sudah hilang. mungkin sekarang dia memang bukan lagi someone special buat saya. mungkin saya memang sudah berhenti menyayangi dia. mungkin.

Monday, December 21, 2009

j-a-t-u-h cinta

Jatuh cinta. j-a-t-u-h cinta.
fall in love. f-a-l-l in love.
ini definisi jatuh cinta yang saya dapat dari mesin pencari : sebuah perasaan dalam hati yang tidak dapat dilukiskan tentang seseorang dengan harapan dapat memiliki, ingin membahagiakan, dan tidak ingin terpisah.
jatuh cinta selalu digambarkan sebagai perasaan yang indah, yang membahagikan, yang bikin seneng. tapi kenapa yaa harus pake kata jatuh. fall. when you fall its mean you are down. and when you are down its mean you are not in a good condition, right?. apa itu membenarkan satu fenomena bahwa setiap kali orang jatuh cinta maka dia juga harus siap untuk sakit hati. lalu bagaimana dengan hakekat cinta yang seharusnya menghadirkan rasa bahagia. okay mungkin terlalu sempit untuk menilai cinta hanya dengan tolak ukur seperti itu, karna dimana-dimana kalo kita bicara soal cinta pasti ngak akan ada habisnya. tapiii akhir-akhir ini saya lagi kurang kerjaan aja mencoba menguraikan makna jatuh cinta itu secara harfiahnya. dan yahh secara pengalaman memang saya selalu (bisa dibilang) gagal dalam urusan percintaan. saya selalu iri dengan teman-teman yang pacarannya bisa langgeng sampe tahun-tahunan, sedangkan saya tidak pernah berhasil melewati masa 3 bulan pertama. seperti kata “jatuh cinta”, saya betul-betul “jatuh” setiap kali bercinta. yang akhirnya bikin saya selalu merasa capek sekali setelah putus cinta. gimana ngak capek? rasanya semua energi sudah saya kerahkan tapi akhirnya malah kandas ditengah jalan lagi. buntutnya saya jadi malas buat pacaran lagi, butuh waktu paling cepat setahun buat bisa pulih lagi, bukan berarti selama setahun sakit hati terus loh, tapi malas aja buat punya hubungan serius lagi. nahh pada akhirnya saya benar-benar jatuh kan?. tapi dari semua itu saya bisa punya banyak pelajaran, saya bisa lebih dewasa. mungkin saya tidak seberuntung teman-teman saya yang bisa punya hubungan yang “lancar-lancar” saja, karna hubungan saya selalu “berat” bawaannya. tapi beruntungnya saya juga, hubungan yang “berat” itu udah ngasih saya pengalaman yang mungkin sebagian besar teman-teman saya belum bisa dapat, tentang bagaimana jatuh-bangunnya saya, bagaimana terpuruknya saya. dan justru itu yang bikin saya bisa lebih dewasa, bisa lebih paham, bisa lebih tough. jadi pantas aja kalo dikatakan “jatuh cinta”. karna untuk bisa bangun dan bangkit lagi untuk mengerti cinta itu, kamu harus betul-betul jatuh dulu.

[saya baru sadar di postingan saya yang ini kok banyak banget tanda kutipnya yaa?]

Wednesday, December 16, 2009

stop complaining, guys...

kemarin pas selesai final dasar-dasar logika ketua angkatan saya mengumpulkan kita semua (anak HI angkatan 09) buat rapat internal, yah untuk menghargai mereka saya ikut juga padahal perut saya sudah melilit kelaparan gara-gara belum makan siang. pas semuanya sudah ngumpul ternyata yang mau dibahas adalah angkatan kita yang katanya kurang kompak, saya langsung seperti ingin teriak "helloooow guys penting yaa bahas kayak ginian??!", lagian kurang kompak dari sisi mana sih? buktinya kalo pas ujian kita semua saling nyontek-nyontekkan, itu kan salah satu bentuk kekompakan juga. hehe ngak ding, becanda. tapi saya tetap menghargai teman-teman saya, mungkin bagi mereka masalah seperti ini penting untuk dibahas. dan pada akhirnya mereka mengeluhkan teman-teman yang jarang aktif di kegiatan-kegiatan himpunan (saya salah satunya). saya jelaskan kenapa saya malas aktif di kegiatan himpunan:
1. saya sadar kegiatan ini penting untuk mahasiswa, dan tidak ada ruginya ikut kegiatan seperti ini, tapi saya sadar sekali bahwa saya kurang cocok dengan idealisme himpunan itu, dan saya tidak akan menjalani sesuatu yang dimana saya tidak merasa nyaman di dalamnya.
2. bukannya mau sok tahu atau sok berpengalaman, tapi saya sudah cukup menghabiskan masa sma saya untuk berorganisasi, jadi saya bukan orang yang buta tentang masalah-masalah organisasi. dan saya sadar sekali (lagi) kalo banyak hal-hal yang akan saya miss kalo saya ngak ikut kegiatan-kagiatan itu, banyak pengalaman mungkin juga pengetahuan yang saya sia-siakan, tapi saya sekali lagi sadar bahwa itu adalah resikonya, konsekuensinya, dan saya siap terima itu.
3. saya merasa ditipu. panitia pelaksana yang tidak disiplin dan tidak konsisten membuat saya jengah. katanya acara selesai jam 4, nyatanya kita dipulangkan jam setengah 6, siapa yang ngak jengkel coba? berapa banyak waktu saya yang terbuang, belum lagi perjalanan dari kampus ke rumah saya itu sejam, yang ada saya selalu sampe di rumah setelah magrib, saya ini anak perempuan, pulang kuliah malam-malam naik kendaraan umum itu resiko besar. dan dunia saya itu bukan cuma kampus-rumah-kampus-rumah doang, saya juga punya pergaulan diluar dunia kampus.
4. saya tidak mau mengeluh-mengeluh di belakang. saya tidak tuli guys, hampir tiap hari saya dengar keluhan-keluhan kalian yang ikut, ada yang bilang panitianya sok-sok galak lah, ada yang bilang tugasnya berat sekali, bla bla bla, dan saya tidak mau seperti itu, mengeluh-mengeluh di belakang atas apa yang saya pilih sendiri.
so guys hargailah keputusan saya kalo saya tidak mau ikut atau melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan itu, jangan paksa saya, seperti yang pengurus himpunannya sendiri pernah bilang sama saya "kami tidak paksa kalian untuk ikut, kalo kalian tidak mau ikut, itu hak kalian untuk tidak mengenal himpunan kami", so saya meminta hak saya. dan sekali lagi bukannya mau sok atau apa, tapi saya punya teman-teman bergaul yang juga tidak kalah idealisnya dengan teman-teman di himpunan, saya memang tidak bisa mendapat ilmu dari diskusi-diskusi yang mereka adakan, tapi mungkin saya bisa mendapatkannya dengan cara yang berbeda, misalnya sambil minum-minum kopi sama teman-teman saya, atau cara paling mudah kalian yang lain kan ikut kegiatan itu, dan saya percaya kalo kalian bukan orang-orang yang pelit, kalian pasti masih mau berbagi pikiran dengan saya lewat obrolan-obrolan kecil sebelum kuliah.
dan ingat guys, saat kalian memutuskan untuk mengikuti kegiatan, apapun itu, kalian harus bisa terima semua konsekuensinya, otherwise kalian sama sekali tidak usah mengikutinya, jadi jangan mengeluh, okey mengeluh itu memang wajar dan manusiawi, tapi setidaknya kurangilah keluhan kalian karena sebenarnya itu kan pilihan kalian sendiri, mereka tidak paksa kalian untuk ikut jadi kalau kalian ikut itu semua sebenarnya karena kalian memilih untuk ikut, jadi berhentilah mengeluh guys, jalani saja semuanya. daaaann hargailah teman kalian yang memilih tidak ikut, bukan berarti saya tidak mau berbaur dengan kalian tapi saya tidak bisa terima konsekuensinya kalo ikut, saya tidak merasa nyaman, dan saya tidak punya waktu untuk semua retorika mereka. jadi saya harap kalian mengerti jalan pikiran saya, kalau pun kalian tidak bisa mengerti, cukup kalian hargai saja. kekompakan kita kan bukan hanya bisa dilihat dari kegiatan-kegiatan dari himpunan, kita toh masih bisa ngumpul-ngumpul di tempat lain tanpa harus melibatkan himpunan.

Saturday, December 12, 2009

hujan...

saya suka sekali suasana hujan, bau tanah basah, udara dingin dan lembab, apalagi suara tetes-tetes hujan yang jatuh diatas atap itu adalah momen sakral saya. kebetulan rumah saya bagian ruang makannya agak-agak outdoor jadi saya biasanya menikmati suasana hujan dengan secangkir teh hangat atau teh tarik (that's my favorite tea). tapi sejujurnya saya takut mendengar suara gemuruh petir saat hujan, saya ngak tau kenapa selalu deg-degan kalo ada suara petir, tapi suara air hujan yang jatuh itu sangat menenangkan. ini sensasi yang betul-betul aneh buat saya, ketakutan akan suara petir itu seperti tertantang oleh damainya suara hujan, ada rasa takut tapi ingin menikmati rasa takut itu. mungkin kurang lebih sama seperti orang yang takut ketinggian tapi tertantang untuk mencoba paraseling demi menikmati sensasi pemandangan yang luar biasa dari atas sana. menjadikan rasa takut sebagai tantangan untuk menikmati keindahan. okey mungkin ini terlalu puitis, sok sok pujangga, tapi sensasi seperti itulah yang saya rasa. hujan merefleksikan rasa sedih yang kadang tidak bisa saya keluarkan. saat hujan saya tidak pernah merasa girang, saya malah merasa seperti ada kesedihan yang jatuh, tapi justru memandangi kesedihan itu yang menentramkan, membuat saya merasa lega seperti beban dalam hati yang tidak bisa saya keluarkan dengan curhat atau menangis bisa terwakilkan dengan hujan. dan saya tidak perlu lagi teman curhat, saya tidak perlu lagi menangis, cukup dengan memandangi tetes-tetes hujan, mendengar suara rintik-rintiknya sudah membuat saya merasa sangat lega. beruntungnya saya tinggal di walayah tropis, dimana hujan tidak turun sepanjang tahun (tidak seperti kisahnya bella swan yang tinggal di forks), hujan disini hanya beberapa bulan dalam setahun dan selalu datang menjelang akhir sampai awal tahun, inilah kenikmatannya setelah hampir setahun musim panas menunggu hujan, akhirnya ketika hujan itu turun juga rasa rindu bisa terpuaskan, rasa sesak bisa terlegakan, dan ketenangan itu akhirnya datang dari irama rintik-rintik hujan diatas atap. itu adalah momen sakral, surga dunia saya.

dance under the rain, satu resolusi yang belum bisa tercapai tahun ini..

Friday, December 11, 2009

kaum intelektual?? kaum anarkis kalii..


kemarin saya bela-belain berangkat pagi-pagi ke kampus padahal jadwal kuliah saya jam 1 siang hanya demi menghindari macet karena aksi 9 desember, dan celakanya saya (dan teman-teman saya yang juga bela-belain datang pagi-pagi kekampus) ternyata jadwal ujian final yang jam 1 siang itu diundur sampe minggu depan, kebayang kan gimana dongkolnya?!
tapi pas pulang saya dapat kabar kalo aksi hari itu berakhir ricuh, bahkan KFC ratulangi yang jadi tempat nongkrong andalan sebagian besar anak muda makassar kabarnya hancur kena lemparan batu dari mahasiswa. dan betul aja malamnya pas saya nonton di berita saya bisa lihat sendiri anarkisme mahasiswa-mahasiswa di makassar udah kelewatan, belum lagi pas ada korlap dari organisasi mahasiswa yang di wawancarai dia bilang kalo itu semua akibat kalo idealisme mahasiswa di dihalangi, loh?? seharusnya kalo kalian idealis kalian ngak boleh dong bertindak kayak gitu karena idealnya bukan kayak gitu. katanya kaum intelektual, tapi kok nyatanya yang kelihatan malah kaum anarkisme yang bertindak tanpa akal sehat, mobil yang di parkir yang milik orang-orang yang ngak tau apa-apa malah di lemparin batu, yang lebih mengherankan lagi KFC dilemparin batu, apa hubungannya coba restoran cepat saji dengan aksi anti korupsi? guys dimana intelektualitas kalian? okey mungkin bukan kapasitas saya untuk mengkritik aksi kalian tapi sebagai mahasiswa saya sendiri bisa bilang kalo yang kalian lakukan itu salah besar. bukan begitu caranya memperingati hari anti korupsi, apalagi dengan pake alasan kalo kerusakan yang kalian buat itu ngak ada apa-apanya dengan jumlah yang udah dikorupsi para pejabat, loh jadi kalian mau menyelesaikan masalah korupsi dengan membanding-bandingkan kerugiannya? hellow guys kalian itu mahasiswa loh, MAHA-siswa harusnya kalian ngak boleh berpikiran sesempit itu. herannya lagi yang di jakarta bisa berlangsung damai tapi kalian yang di makassar kok ngak bisa? kalian kan sama-sama mahasiswa. kalian malah semakin membuat orang-orang menjudge kalian yang jelek-jelek. saya pernah diceritakan sama seorang dosen kalo mahasiswa makassar wawancara pekerjaan di luar, pas dia bilang kalo dia mahasiswa dari makassar, si pewawancara langsung bilang "oh yang suka bikin kericuhan itu yah?". ngak enak kan digituin sama orang lain, seolah-olah orang itu hanya menjudge kalian dari apa yang mereka dengar dari media, tapi justru kenyataannya kalian sendiri yang bikin orang menjudge kalian seperti itu. belum lagi yang mengkambing-hitamkan kultur makassar yang memang keras, guys sekeras-kerasnya kultur tapi kalo kalian masih bisa pake logika dan akal sehat kalian hal-hal anarkis kayak gitu ngak bakal terjadi. so think again guys! introspeksi apa yang kalian lakukan. apa itu yang selama ini kalian sebut idealisme? apakah memang yang ideal itu yang kayak gitu? buat orang lain menghargai dan menghormati idealisme kalian, perkenalkan idealisme kalian dengan cara yang membuat orang lain mengangguk setuju, bukan dengan cara yang membuat orang lain geleng-geleng kepala. tapi saya mensyukuri 1 hal waktu melihat tayangan aksi di tv, setidaknya saya tidak melihat ada mahasiswa jas merah yang melempar, karena jas merah itu almamater kampus saya.

Monday, December 7, 2009

some people come some people go




ngak tau kenapa akhir-akhir ini saya merasa sangat kesepian. saya kengen sekali sama sahabat-sahabat sma saya. mereka semua sudah terpencar-pencar, tammy ada di jakarta, dichil kuliah di malaysia, ichi ada di makassar sih tapi jarang ketemu karena dia punya kesibukan sendiri, nhana meskipun di makassar juga tapi sekarang kuliah di kedok dan ngak bisa di ajak jalan karena tugas-tugasnya numpuk katanya, beside that i think they already have their own circle friends now. dunia kuliah memang mengubah hampir semuanya (bukannya menyalahkan dunia kuliah loh), saya akui saya juga punya circle of friends yang baru di kampus, tapi tetap saja rasanya tidak sama, tidak ada diantara mereka yang bisa mengerti saya seperti sahabat-sahabat lama saya. apa mereka juga merasa hal yang sama? merasa kehilangan seperti saya?


okey saya akui mungkin ini sayanya aja yang agak-agak lebay, pengaruh PMS kali sampe bawaannya mellow terus, tapi wajar kan kalo saya mengeluhkan hal ini? itu artinya saya sayang sama mereka kan? karena kalo saya ngak merasa kehilangan kayak gini berarti saya ngak pernah sayang sama mereka dong.


saya kangen mereka, saya mau kita semua bisa ngumpul lagi seperti dulu, ketawa-ketawa, nge-gossip, atau sekedar melempar lolucon ngak penting, yang jelas sama-sama lagi, ngumpul berlima lagi.


ada pepatah yang bilang some people come some people go, tapi apa selamanya harus begitu? emang ngak bisa yah diganti some people come and some people just stay? huff.. :'(





i miss you girls..

Friday, December 4, 2009

tuhan itu adil tapi dunia tidak pernah adil

kemarin sore saya terlibat pembicaraan ini dengan ibu saya, kami membahas ketidakpahaman kami dengan kalimat "tuhan itu adil". kami percaya dengan kalimat itu dan sebagai mahluk tuhan kami juga meyakininya dalam hati. tapi melihat realita yang ada, terkadang kata-kata itu menjadi tidak bermakna sama sekali.
contoh kasus: seorang istri yang sangat patuh pada suaminya, yang rela meninggalkan pekerjaan yang cemerlang demi memenuhi tuntutan suaminya agar bisa mengurusi anak-anak, malah mendapati suaminya berselingkuh dengan perempuan lain. sedangkan fenomena lainnya dimana seorang istri yang mendominasi suami yang mengekang suaminya justru tidak pernah mengalami hal-hal seperti itu. dimanakah keadilan?
kasus kedua: seorang model yang sangat sangat cantik dan sangat sangat langsing sewaktu di interview dengan entengnya berkata "saya ngak pernah loh mbak punya impian jadi model, kebetulan aja waktu saya lagi jalan di mal ada agency yang nawarin saya".
lalu ketika ditanya rahasia kecantikannya dan kelangsingannya dia bilang "aduh kalo soal itu juga ngak ada rahasianya, saya tuh bukan tipe orang yang rajin ke salon, saya juga ngak pernah tuh pake acara diet-diet segala, emang udah dari sononya aja begini, emang saya cantik ya mbak? saya rasa saya biasa-biasa aja tuh".
okey buat semua cewek yang mati-matian diet demi menjaga berat badan, yang tiap minggu bela-belain ngeluarin duit buat ke salon, beli kosmetik-kosmetik mahal demi terlihat cantik diperbolehkan untuk melempar sesuatu ke televisinya saking kesalnya sama si model. sekali lagi dimanakah keadilan?
kasus ketiga: seorang pelajar yang biasa-biasa saja (yang tidak terlalu menonjol dalam pelajaran) bisa masuk universitas negeri dengan bebas tes. okey saya akui ini kasus saya sendiri. saya dulu bukan murid yang cemerlang di kelas, malah tiap minggu saya pasti punya catatan bolos karena malas ikut pelajaran, saya tidak pernah sama sekali ikut bimbel (bimbingan belajar), dan saya adalah murid yang paling sering tidur di kelas. tapi dekat-dekat ujian nasional ada pendaftaran masuk unhas lewat jalur JPPB atau jalur bebas tes di sekolah saya, saya yang tentunya sudah sangat sadar diri bahwa saya bukan orang yang berpotensi untuk jalur itu malah didatangi oleh wali kelas saya dan memaksa saya untuk ikut. yahh akhirnya karena rasa tidak enak karena wali kelas saya sudah memperjuangkan saya, dan atas dasar alasan "coba-coba" akhirnya saya ikut juga. 3 bulan kemudian tepat sebulan setelah ujian nasional saya ditelepon sama wakasek kalo saya lulus masuk unhas lewat jalur JPPB untuk jurusan hubungan internasional, waktu saya ke sekolah untuk ambil ijazah seketika itu juga saya bisa merasakan atmosfer kesinisan orang-orang yang memang sudah tidak suka sama saya, bagaimana bisa seorang dita yang "biasa-biasa" saja, yang tukang bolos, yang tukang tidur di kelas bisa lulus bebas tes di unhas, sedangkan mereka yang susah payah belajar, ikut segala macam les, masih harus merasakan siksanya ngantri untuk ambil formulir pendaftaran, ikut SPMB, tes ini tes itu dan bla bla bla. sedangkan saya tinggal bersantai-santai di rumah menunggu saat- saat penerimaan mahasiswa baru. dan saya bisa merasakan mereka berteriak dalam hati dimanakah keadilan?
kasus keempat: minggu lalu saya ketemu teman sma saya di toko buku, dia sekelas dengan saya waktu kelas satu, bisa di bilang dia termasuk anak paling cerdas di kelas, waktu penaikan kelas 2 saya pisah kelas sama dia karena dia yang dasarnya emang pintar masuk ke kelas ipa, dan saya masuk ke kelas ips.
sambil berbasa-basi-busuk saya nanya "kuliah dimana sekarang?"
dia jawab "belum kuliah, tunggu tahun depan"
saya nanya lagi "loh? kenapa? mau kerja dulu?"
dia jawab lagi "bukan. kemarin nda lulus, jadi tunggu tes tahun depan"
jeng jeng jeng... saya langsung bingung sendiri, kok bisa orang secerdas dia ngak lulus. tapi sekali lagi dimanakah keadilan?
so saya dan ibu saya berspekulasi bahwa sebenarnya tuhan itu memang maha adil, karena di balik semua itu pasti ada hikmah yang tersembunyi. tapi malangnya nasib, dunia memang tidak pernah adil kepada kita.

Thursday, December 3, 2009

new comer!

hey hey...
jujur ini pertama kalinya saya bikin blog sendiri, dan jujur saya bingung mau nulis apa.
so buat sekarang saya cuma bisa tulis ini:
. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

. . . . . . .

see ya!